Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis Nike Pamela
Pandangan umum menyatakan bahwa seluruh kitab Pentateukh (Kejadian-Ulangan) ditulis oleh Musa. Dari banyak alasan untuk mempertahankan bahwa Musa-lah yang menulis, alasan adanya catatan tentang detil kematian dan penguburan Musa dalam Ulangan 34 merupakan satu-satunya alasan kuat untuk menolaknya. Mungkinkah Musa yang telah mati menulis sendiri tentang detil catatan kematan dan penguburannya?
Pandangan bahwa Musa adalah penulis catatan tentang detil kematiannya sendiri yang tercatat dalam Ulangan 34, adalah pandangan yang banyak dipegang oleh orang-orang Kristen abad permulaan. Philo (20 SM-50 M) dalam karyanya De Vita Mosis II (On the Life of Moses II) LI. 291 menyatakan bahwa tindakan Musa menuliskan kisah kematian dan penguburannya merupakan tindakan profetik. Josephus (37-100 M) juga menuliskan bahwa Pentateukh, bahkan hingga catatan kematian Musa, ditulis oleh Musa (Against Apion Book I. 8.38-39) tanpa memberikan alasan yang lebih detil. Para rabi sendiri berdebat tentang siapakah yang menulis Ulangan 34. Menurut Talmud Babilonia, Musa-lah yang menulis seluruh Pentateukh, kecuali 8 ayat terakhirnya (Ul. 34:5-12). Yosua-lah yang menulis 8 ayat terakhir kitab Ulangan 34.
Yang lebih menarik adalah pada abad 21 ini masih ada sarjana yang berusaha mempertahankan Mosaic Authorship bahkan hingga ayat terakhir kitab Ulangan. William D. Barick dalam tulisannya The Authorship of Deuteronomy 34: Moses or A Redactor? berusaha membuktikan bahwa tidak ada yang salah jika Ulangan 34 secara keseluruhan ditulis oleh Musa. Karena Barick lebih menekankan pembuktian dari sisi teks (linguistic dan compositional yang meliputi vocabulary, grammar dan phraseology yang biasa dipakai Musa) berikut hanya akan dipaparkan jawaban atas keberatan Mosaic Authorship dalam masing-masing ayat.
Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat, Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar. Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.
Keberatan :
Jawaban atas keberatan-keberatan:
Bersambung…………
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.