Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis admin
Oleh : Ev. Andhika Wibisono
Hal yang melatar-belakangi Paulus mengatakan ay 3 karena munculnya para guru Yahudi yang sangat bermegah dalam dan menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Paulus menyebut para guru Yahudi dengan sangat keras di ay 2 karena menghasut orang kristen agar rajin memelihara Hukum Taurat dan menyunatkan dirinya jika mereka ingin dibenarkan di hadapan Allah dan Paulus memperingati jemaat Filipi sebanyak 3x agar “berhati-hati” terhadap guru-guru palsu ini artinya Paulus benar-benar ingin jemaat Filipi HARUS BENAR-BENAR SANGAT AMAT BERHATI-HATI/WASPADA TERHADAP PARAGURU PALSU yang SANGAT BERMEGAH & MENARUH PERCAYA PADA HAL-HAL LAHIRIAH yang MENGANGGAP HAL-HAL LAHIRIAH ADALAH KEBENARAN & TANDA KESEJATIAN. Kelompok semacam inilah yang merusak dan mengacaukan Injil sejati serta menjadikan orang kristen, CHRISTLESS!
Setelah Paulus menjelaskan bahwa kepercayaan pada hal-hal lahiriah adalah sia-sia, maka sekarang di ay 4-11 Paulus memberikan contoh kepada jemaat Filipi tentang permasalahan ini dari dirinya sendiri, ia bersaksi bahwa kehidupannya yang dulu–sebelum mengenal Yesus Kristus–ia juga pernah bermegah dalam dan menaruh percaya kepada hal-hal lahiriah namun kehidupannya berubah semenjak perjumpaannya dengan Yesus dan mengenal Yesus. Ia ingin jemaat Filipi dapat dengan jelas melihat kesejatian Injil yang diberitakannya dengan mempertimbangkan PERUBAHAN HIDUP YANG TERJADI DENGAN DIRINYA SEJAK PERJUMPAANNYA DENGAN YESUS, dengan harapan melalui PERUBAHAN HIDUP YANG IA ALAMI & SAKSIKAN, jemaat Filipi dapat diyakinkan dan bermegah dalam Kristus saja.
Dalam kesaksiannya di ay 4-6, ia menyatakan daftar hal-hal lahiriah yang dapat ia megahkan tetapi ia sadar bahwa semua hal-hal lahiriahnya tidak bisa membenarkan dia di hadapan Allah.
Sebab itulah, ia mengatakan di ay 7 bahwa semua kepercayaan dan kemegahannya akan hal-hal lahiriah yang dulu “merupakan keuntungan baginya, sekarang kuanggap rugi karena Kristus” bahkan di ay 8 “semuanya itu dianggapnya sampah” Namun tidak cukup hanya sampai disana, seain ia menunjukkan bahwa hal-hal lahiriah adalah sampah karena Kristus, ia juga ingin menunjukkan apa yang ia dapatkan setelah ia mengenal Kristus?
Dalam KJV, PENGENALAN AKAN KRISTUS (THE EXCELLENCY OF THE KNOWLEDGE OF CHRIST JESUS). Ungkapan ini bukan ungkapan biasa bagi orang Yahudi yang mengharapkan kegenapan janji kedatangan Mesias Yahudi (MOSIACH). Perjumpaannya dengan Yesus di jalan Damsyik mengubahkannya, perjumpaannya dengan Yesus membuatnya berkata di Ef 3:3 “rahasia Ilahi itu dinyatakan kepadanya dengan wahyu sehingga ia memiliki pengertian akan rahasia Kristus” sehingga Injil yang diberitakannya adalah Injil yang “diajarkan dan diterimanya oleh penyataan Yesus Kristus” (Gal 1:12). Penyataan itulah yang MENGUBAHKAN HIDUPNYA DARI ORANG YANG PERCAYA AKAN HAL-HAL LAHIRIAH MENJADI ORANG YANG MENARUH PERCAYA KEPADA YESUS, SANG MESIAS. Penyataan itulah yang MEMBUATNYA BERKATA BAHWA HAL-HAL LAHIRIAH ADALAH SESUATU YANG RUGI DAN SAMPAH. Kita melihat kemuliaan Allah dalam Kristus di PB, sebab itu Paulus dapat berkata “di dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Kol 2:9) sebab itulah hanya “di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kol 2:3).
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.