REFORMED
EXODUS
COMMUNITY
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis Nike Pamela
Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Begitulan LAI menerjemahkan Kej. 1:2 ketika pertama kali menggambarkan salah satu kondisi langit dan bumi ketika diciptakan oleh Allah. Sebagian versi Alkitab berbahasa Inggris mencoba memahami rûah di ayat ini sebagai “angin” (NRSV “a wind from God”, NJB “a divine wind”). Beberapa penafsir mengambil kata ’ělōhîm sebagai kata sifat, sehingga frase rûah ’ělōhîm diterjemahkan “angin yang kuat”. Salah satu alasan yang diajukan adalah kesejajaran dengan bagian Alkitab lain yang menceritakan bahwa Allah menggunakan angin untuk menggenapi rencananya, misalnya Ia memakai angin untuk menurunkan banjir dari muka bumi (8:1), mengirim belalang ke perkemahan Mesir (Kel 10:19), membelah Laut Teberau (Kel 14:21; 15:10) maupun mengirimkan burung puyuh sebagai makanan bangsa Israel (Bil 11:31).
Penyelidikan yang lebih seksama memberikan dukungan pada pandangan mayoritas dan tradisional yang memahami rûah sebagai “Roh”.
Terlepas dari apakah rûah harus dipahami sebagai “angin” atau “Roh”, inti yang ingin disampaikan dalam Kejadian 1:2 tetaplah sama. Gambaran yang ada di Kejadian 1:2 mengingatkan kita pada kekuasaan TUHAN atas samudera raya. Sama seperti Allah berkuasa mengatur air yang begitu banyak (Kej 1:6-10), demikian juga Ia berkuasa menggunakan air tersebut untuk menghukum (Kej 6:5-8:19) atau menyelamatkan umat-Nya (Kel 14:21; 15:10). Ia pun berkuasa mengatur air agar tidak lagi memusnahkan bumi (8:1-2; 9:11).
Sebagaimana Allah berkuasa atas keadaan bumi yang belum siap didiami, demikian pula Ia berkuasa untuk menjaga bangsa Israel yang masih berada di padang gurun, suatu tempat yang tidak dapat didiami pula. Sebagaimana Ia selanjutnya mampu mengubah bumi yang tōhû menjadi tempat yang baik untuk didiami, demikian pula Ia pasti akan memberikan tanah Kanaan yang baik kepada bangsa Israel.
Dari perspektif kosmologi kuno Kejadian 1:2 memaparkan figur Allah yang unik. Tidak seperti dewa-dewa kuno yang saling bertempur untuk merusak atau memelihara bumi, TUHAN tidak memiliki lawan apapun. Bumi dan air adalah ciptaan-Nya (1:1), sehingga Dia pun berkuasa atas semuanya itu (1:2). Laut yang pada zaman dahulu sering ditakuti banyak orang ternyata tidak lebih dari sekadar ciptaan yang berada di bawah kekuasaan Allah (Mzm 89:10; Yes 27:1; 51:9-10).
NK_P
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.