Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis admin
Pendahuluan
Dalam bagian-bagian sebelumnya, Petrus telah menyatakan tentang tanggung jawab orang percaya dalam berbagai relasi, yaitu: tanggung jawab dalam relasi dengan masyarakat sekitar- 1Pe 2:11-12
Secara khusus dalam bagian yang kita baca (3:8-12), Petrus juga masih berbicara tentang tanggung jawab orang percaya dalam relasi antar sesama saudara seiman dalam Kristus.
[dalam ayat 10-12, Petrus memberikan alasan terkait dengan tanggung jawab di antara saudara seiman, dan itu sangat berkaitan dengan teologi tentang doa. Tetapi sebelumnya, mari kita terlebih dahulu mempelajari apa yang menjadi tanggung jawab orang percaya terhadap saudara seiman]
Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti “jumlah seluruhnya,” bukan untuk seluruh surat, tetapi dari satu konteks tertentu (bdk: 2:11-12, 13-17,18-25; 3:1-7, 8-22). “seia sekata” homoprhon(NASV: “harmonious” KJV: “one mind”)
Kesatuan hidup orang percaya sangat jelas terlihat dalam kehidupan gereja mula-mula di Yerusalem Ac 4:32. Bagaimana kita bisa memiliki “oneness of mind”?
Secara harafiah adalah kata majemuk sun (dengan) dan paschō (menderita). Dari kata ini kita mendapatkan istilah “simpati.” Ini berarti memiliki belas kasihan, perasaan tertekan terhadap penyakit orang lain. Juga memiliki sikap yang digerakan oleh pergumulan orang lain, misalnya, masalah kesehatan, kesulitan ekonomi, dll. Ini adalah sikap yang juga telah diteladankan oleh Kristus, selama pelayanan-Nya di Dunia, – Mt 9:35-36
Kata ini mengajak orang percaya untuk memiliki “perasaan yang baik” terhadap satu sama lain. Lawan dari kata ini adalah “berhati dingin,” yang tidak peka, dengan kebutuhan dan perasaan orang lain. Ketika awalnya kita adalah “berhati dingin” tapi dalam Kristus kita bisa dan harus mengalami transformasi untuk bertumbuh dalam “perasaan yang baik” bagi orang lain. Bdk: Ep 4:22-24, 31-32; Col 3:8-10,12
Ini adalah kata majemuk tapeinos (rendah hati) dan phrēn (berpikiran). Kata ini digunakan dalam Kis 20:19; yang berarti kebalikan dari kesombongan diri dan kebanggaan yang egosentris. Orang Kristen harus meniru Tuhan dan Juruselamat mereka, dan tidak berpikir terlalu tinggi dari diri mereka sendiri bahwa mereka tidak bisa bersikap baik dan sopan kepada orang lain – bdk. Php 2:3-5
Ketika seorang saudara berbuat kejahatan kepada kita, maka kita harus meresponinya dengan sikap yang benar. Meskipun hal ini mungkin bertentangan “sifat manusia,” Petrus memberikan dua alasan mengapa kita bereaksi dengan cara ini, yaitu kita dipanggil untuk meneladani Kristus 1Pe 2:21-23, dan kita dipanggil untuk menerima berkat dari Allah.
Ini adalah enam tugas yang kita memiliki antara satu dengan yang lain. semuanya adalah bagian tentang apa yang merupakan karakter seperti Kristus dan kita harus bertumbuh sebagai Murid-Nya.
Diselamatkan,bukan akhir dari rencana Tuhan untuk kita, Dia akan memproses kita menjadi seperti Anak-Nya (bdk: Ro 8:29). Terkait dengan panggilan ini maka Petrus mengutip Mazmur 34 untuk memotivasi orang percaya.
Semua orang ingin menikmati hidup dan mengalami hal itu dari hari ke hari, tapi terlalu sering, banyak orang membuat hidup mereka sendiri sengsara sikap hidup yang tidak benar. Terus-menerus mengeluh, membalas dengan kejahatan dengan kejahatan, mereka hanya memperburuk situasi.
Tetapi Daud dalam Mazmurnya memberikan kunci untuk menikmati hidup, yakni Menjaga lidahnya dari kejahatan dan ucapan yang menipu. tidak terlibat dalam fitnah, gosip, mengeluh, berbohong ngomong kotor, dll. Hal-hal ini tidak akan membuat hidup menjadi lebih baik,tetapi semakin merusak keadaan. Melakukan yang baik serta mencari perdamaian.
Melakukan hal-hal baik yang telah dinyatakan di ayat 8-9, dan Sebagaimana Kristus datang untuk membawa damai maka setiap orang percaya bertanggung jawab untuk mengusahakan perdamaian dengan sesamanya. Jika kita bergairah untuk melakukan kebaikan, perdamaian akan mengejar kita Michaels, JR
Hanya dengan mentaati Allah, kita dapat memastikan bahwa Mata-Nya yang penuh anugerah akan mengawasi kita, dan telinga-Nya akan terbuka untuk doa yang kita panjatkan dengan suatu hasrat yang besar untuk mendapatkan jawaban ya dari Tuhan. (deesis). Di sisi lain, wajah Tuhan menentang mereka yang berbuat jahat, dan tidak akan mendengar doa-doa mereka. Penekan dari sisi yang sebaliknya terkait dengan respon Tuhan terhadap doa-doa kita menunjukan suatu penegasan yang harus diperhatikan secara serius.
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.