Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis Nike Pamela
Dari berbagai kondisi yang disebutkan di atas, jadi apakah sebenarnya tujuan dari Daniel yang tidak mau menajiskan diri dengan makan dan minum hidangan raja Babel? Ada beberapa penafsiran mayoritas dalam memahami tindakan Daniel yang tidak mau menajiskan dirinya. Pertama, penolakan Daniel terhadap makanan raja Babel berhubungan dengan alasan hukum moral tentang esensi makanan itu. Daniel tidak mau melanggar hukum Musa tentang makanan halal dan tidak halal (bdg. Imamat 11; 17:10-14). Kedua, penolakan Daniel bukan sekadar keberatan pada hukum moral dari esensi makanan raja melainkan juga pada alasan ritual. Makanan yang dipersiapkan untuk raja biasanya dipersembahkan terlebih dahulu kepada para dewa sebelum disantap oleh raja (bdg. Kel. 34:15; Ul. 32:37-38; Kis 15:29; 21:25). Masalah ritual ini kadangkala juga berhubungan dengan ritual orang Yahudi mempersiapkan makanan, misalnya dalam hal ini cara memotong daging, memperlakukan darah binatang yang akan dipotong dll. Ketiga, Daniel penganut vegetarian (bdg. 10:3).
Namun yang harus dipikirkan dari 3 penafsiran mayoritas di atas adalah beberapa hal berikut:
Dari beberapa pemikiran di atas, dapatlah disimpulkan bahwa inti ‘kenajisan’ yang ditolak oleh Daniel (dan kawan-kawannya) bukan terletak pada makanannya, tetapi ada alasan lain di baliknya. Jika Alkitab ingin menekankan kenajisan itu intinya pada makanannya, sebenarnya itu bukan masalah karena beberapa bagian Alkitab lainnya memberi contoh klaim tersebut, misalnya di Hosea 9:3 dan Yeh. 4:13. Namun penulis kitab Daniel tidak menekankan klain makanan najis itu.
Bersambung…………
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.