REFORMED
EXODUS
COMMUNITY
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Artikel
Penulis Nike Pamela
(Lanjutan tgl 9 Desember 2018)
Yakub, anak yang dibesarkan dari keluarga yang mengalami disfungsi akibat favoritisme orang tua, sekarang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang tuanya.
Preferensi Yakub atas Rahel dari kakaknya, Lea, inilah yang merupakan cikal bakal kompleksitas masalah dalam keluarga besar Yakub. Persaingan kakak beradik ini terus berbuntut pada masalah kesuburan – kemandulan, pemberian budak-budak kepada Yakub yang semakin menambah jumlah anak-anak Yakub yang berarti menambah pula permasalahan yang ada. Yakub memang sangat mencintai Rahel (Kej. 29:18,20) dan hal itu berakibat pula pada favoitisme-nya terhadap anak-anak yang lahir dari Rahel.
Kecintaan Yakub terhadap Yusuf sebagai anak laki-laki pertama dari istri yang paling dicintainya, Rahel, merupakan konsekuensi logis dari kecintaannya terhadap Rahel.
Alkitab memaparkan Lea dan Rahel, istri-istri Yakub sebagai pribadi dengan kontras. Dari sisi penampilan, Rahel lebih menarik dari Lea kakaknya (Kej. 29:17). Ironisnya, walaupun Rahel lebih cantik dari Lea, namun Rahel mandul (Kej. 29:31).
Alkitab sendiri mencatat bahwa dari sejak awal, Yakub telah jatuh cinta pada Rahel, bukan Lea (Kej. 29:18). Demi cintanya pada Rahel, Yakub rela bekerja 7 tahun pada Laban, mertuanya, untuk mendapatkan Rahel (Kej. 29: 18-20). Namun karena tipu daya Laban, Yakub juga mendapatkan Lea sebagai istrinya. Berdasarkan perjanjiannya dengan Laban, setelah mendapatkan Rahel, Yakub masih harus bekerja 7 tahun lagi pada Laban.
LAI mencatat bahwa Lea ‘tidak dicintai’ oleh Yakub (Kej. 29:31). Mungkin istilah ‘tidak dicintai’ masih terdengar lebih halus dibanding bahasa aslinya yang secara literal artinya ‘dibenci’.
Favoritisme Yakub atas Rahel sangat dirasakan oleh Lea. Alkitab sendiri, seakan menjadi saksi, menyatakan tentang Tuhan yang melihat bahwa Lea tidak dicintai (dibenci) Kej. 29:31.
Kemandulan Rahel merupakan ‘ladang subur’ bagi Lea untuk memberikan 6 anak laki-laki (Kej. 29:31-35; 30:17-20) dan 1 anak perempuan (Kej. 30:21) kepada Yakub agar mencintainya. Mungkin Lea berpikir dengan memberikan banyak anak, utamanya laki-laki, pada Yakub, maka Yakub akan berubah mencintainya dibandingkan kepada Rahel yang mandul.
Favoritisme Yakub atas Rahel masih dirasakan Lea walaupun dia telah memberikan banyak anak laki-laki buat Yakub. Itulah sebabnya dia harus memanfaatkan buah dudaim yang diinginkan Rahel hanya untuk bisa tidur dengan Yakub (mungkin Yakub lebih banyak tinggal di kemah Rahel daripada Lea sehingga Lea harus ‘menjebak’ Rahel dengan buah dudaim). Dan karena pengasihan Allah, Lea akhirnya bisa melahirkan kembali 2 anak laki-laki.
Dari cara Lea memberikan nama pada anak-anak lelakinya, nampak bahwa dia berusaha untuk menggambarkan isi hatinya agar mendapatkan cinta dari Yakub. Perhatikan:
Bersambung…….
Artikel Lainnya
Apakah Mereka yang Melihat Diberkati, atau Mereka yang Tidak Melihat Diberkati? (Luk. 10:23 vs Yoh. 20:29)
Bagaimana Kita Dapat Merasa “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”?
Eksposisi Filipi 4:18-20
Menurut Lukas 6:26, Apakah Nama Baik itu Berkat atau Kutuk?
Apakah 1 Korintus 6:1-11 Melarang Orang Kristen Menempuh Jalur Hukum?
Bebas dari Hawa Nafsu (Galatia 5:24-26)
Donasi: Jika Anda merasa diberkati melalui situs ini dan ingin membantu agar situs ini tetap online, mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi kecil untuk membantu biaya hosting dan bandwidth. Tidak ada minimum donasi, setiap jumlah sangat kami hargai. Terima kasih atas dukungan Anda.